Nanda Fajar Ramadan Dorong Dinkes Sumut Perkuat Perlindungan Kesehatan Warga di Tengah Memburuknya Kualitas Udara

Medan, katarakyat.co.id — Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat, dengan nilai Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) yang disebut sempat menembus angka 168 berdasarkan data IQAir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Kabut asap yang diduga merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan menjadi perhatian serius. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan asap selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Sekretaris Wilayah REKAN Indonesia Sumatera Utara, Nanda Fajar Ramadan, mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan dengan menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah. Ia juga meminta warga membatasi kegiatan di luar ruangan, khususnya aktivitas fisik berat, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. Kami mengimbau masyarakat yang harus keluar rumah agar menggunakan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap,” ujar Nanda.

Desak Dinas Kesehatan Sumut Dirikan Posko Kesehatan

Nanda Fajar Ramadan mendesak Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara agar segera mengambil langkah konkret untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Salah satu langkah yang dinilainya perlu dilakukan adalah mendirikan posko kesehatan di titik-titik strategis yang mudah dijangkau masyarakat.

Menurutnya, posko tersebut dapat difungsikan sebagai pusat pelayanan pemeriksaan kesehatan awal, konsultasi medis, edukasi mengenai bahaya paparan asap, serta rujukan bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain pendirian posko, ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait agar melakukan pembagian masker secara langsung kepada masyarakat, terutama di persimpangan jalan, kawasan padat kendaraan, terminal, pasar, dan lokasi lain dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi.

“Dinas Kesehatan Sumatera Utara harus bergerak cepat. Kami mendesak agar posko kesehatan segera disiapkan dan pembagian masker dilakukan secara langsung di lapangan. Jangan sampai masyarakat harus menghadapi dampak kabut asap tanpa perlindungan dan akses pelayanan kesehatan yang memadai,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara meningkatkan pemantauan kualitas udara, memperluas penyebaran informasi mengenai kondisi udara, serta memastikan kelompok rentan memperoleh perhatian khusus.

Apresiasi Langkah Preventif Gubernur Sumut

Nanda Fajar Ramadan, selaku Sekretaris Wilayah REKAN Indonesia Sumatera Utara, turut mengapresiasi langkah-langkah preventif yang disebut dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dalam merespons dampak kabut asap.

Menurut Nanda, kebijakan perlindungan masyarakat perlu dilaksanakan secara konsisten dan benar-benar dijalankan oleh seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Ia menilai, kebijakan yang telah ditetapkan harus diikuti dengan tindakan nyata agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan di Sumatera Utara pada 16–21 Oktober 2026. Kebijakan tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Sumut Nomor 400.3/106/DISDIK/X/2026, ditujukan untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap dengan mengalihkan kegiatan belajar ke rumah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disebut melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui penyemaian awan menggunakan natrium klorida (NaCl) atau garam untuk memicu hujan. Koordinasi dengan pemerintah provinsi lain dan instansi meteorologi juga diperlukan guna merespons kondisi kabut asap yang diduga berasal dari luar wilayah Sumatera Utara.

Nanda menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut harus disertai pemantauan yang terukur, keterbukaan informasi kepada publik, dan evaluasi berkala terhadap kondisi kualitas udara. Upaya modifikasi cuaca juga perlu dilaksanakan berdasarkan kajian teknis dan rekomendasi instansi yang berwenang.

“Kami mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara. Namun, kami berharap seluruh kebijakan tersebut benar-benar dijalankan oleh jajarannya, bukan hanya berhenti pada surat edaran atau instruksi. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, mulai dari perlindungan kesehatan, pembagian masker, pelayanan di posko kesehatan, hingga informasi kualitas udara yang mudah diakses,” ujar Nanda.

Perlindungan Kesehatan Harus Menjadi Prioritas

REKAN Indonesia Sumatera Utara berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dalam menangani dampak kabut asap. Pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, instansi lingkungan hidup, serta pemerintah kabupaten dan kota diharapkan menjalankan tugas masing-masing secara terpadu.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menutup jendela saat asap pekat masuk ke lingkungan permukiman, serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus berada di luar rumah. Penggunaan masker tidak menggantikan kebutuhan untuk menghindari paparan asap semaksimal mungkin.

Nanda Fajar Ramadan menegaskan bahwa penanganan kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

“Jangan menunggu masyarakat jatuh sakit baru dilakukan penanganan. Langkah pencegahan harus diperkuat sejak sekarang. Kami berharap pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat agar warga Sumatera Utara mendapatkan perlindungan yang layak selama kondisi kabut asap berlangsung,” tutupnya. (irs/red)

Pengaturan Cookie

katarakyat.co.id menggunakan cookies untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda.