Asap Tebal Ancam Kesehatan Anak, Dinas Pendidikan Diminta Siapkan Alternatif Pembelajaran Yang Aman
Sumatra Utara, katarakyat.co.id — Asap tebal yang melanda sejumlah daerah di Sumatra Utara mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang merupakan kelompok rentan terhadap paparan udara yang tidak sehat.
Paparan asap dan partikel di udara dapat mengganggu sistem pernapasan dan memperburuk keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, sesak, serta gangguan pernapasan lainnya. Karena itu, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
Ervin Silitonga, Divisi Pendampingan dan Advokasi Kesehatan Rekan Indonesia Sumatra Utara, meminta Dinas Pendidikan bersama pemerintah daerah tidak mengabaikan ancaman kesehatan anak akibat kondisi asap yang semakin tebal.
Menurutnya, pemerintah perlu segera memikirkan dan menyiapkan alternatif pembelajaran yang tetap menjamin hak anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa harus memaksa mereka terpapar udara yang berisiko terhadap kesehatan.
«“Jangan sampai anak-anak tetap dipaksa mengikuti pembelajaran secara normal ketika kondisi udara tidak sehat. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang melindungi kesehatan sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan,” tegas Ervin Silitonga.»
Alternatif tersebut dapat berupa pembelajaran dari rumah atau metode pembelajaran jarak jauh apabila kondisi kualitas udara memang sudah tidak memungkinkan kegiatan belajar tatap muka. Sekolah juga perlu diberikan panduan yang jelas mengenai langkah perlindungan terhadap peserta didik selama kondisi asap berlangsung.
Rekan Indonesia Sumatra Utara juga mendorong Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, puskesmas, dan pihak sekolah dalam memantau kondisi kualitas udara serta dampaknya terhadap kesehatan peserta didik.
Selain itu, sekolah diharapkan memperketat perlindungan bagi anak dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, memastikan ruang kelas memiliki sirkulasi udara yang aman, serta meningkatkan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai pencegahan gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Rekan Indonesia Sumatra Utara menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak harus ditempatkan sebagai prioritas. Hak memperoleh pendidikan memang penting, tetapi hak anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan sehat juga tidak boleh diabaikan.
Pemerintah diharapkan tidak menunggu sampai banyak anak mengalami gangguan kesehatan baru mengambil tindakan. Langkah antisipatif harus dilakukan sejak kondisi udara mulai memburuk.
Rekan Indonesia Sumatra Utara meminta pemerintah segera mengambil kebijakan yang terukur, berdasarkan kondisi kualitas udara dan risiko kesehatan, agar anak-anak tetap dapat belajar tanpa harus mempertaruhkan kesehatan mereka. (irs/red)