Survei SMRC Tempatkan Mahfud MD di Posisi Teratas dalam Penilaian Kepemimpinan Nasional

Jakarta, Katarakyat.co.id – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil Survei Opinion Leaders pada September 2026 yang memetakan persepsi terhadap kualitas kepemimpinan nasional yang demokratis dan transformatif. Dalam hasil tersebut, Mahfud MD memperoleh skor tertinggi dibandingkan sejumlah tokoh nasional lainnya.

Berdasarkan data survei yang disampaikan, Mahfud MD meraih nilai rata-rata 7,6 pada skala 0–10. Ia berada di atas sejumlah tokoh, antara lain Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Dedi Mulyadi, Pramono Anung Wibowo, dan Zainal Arifin Mochtar, yang masing-masing memperoleh skor 7,0.

Di posisi berikutnya, Sri Mulyani Indrawati mencatatkan skor 6,9. Sementara Ganjar Pranowo dan Retno Marsudi masing-masing memperoleh nilai 6,8.

Survei tersebut melibatkan 200 responden dari kalangan opinion leaders, yang terdiri atas akademisi atau ilmuwan sebanyak 83 persen dan jurnalis sebesar 17 persen.

Integritas Dinilai Menjadi Kriteria Penting

Dalam pemaparan hasil survei, SMRC menyoroti integritas sebagai salah satu aspek utama dalam penilaian terhadap calon pemimpin. Sebanyak 96 persen responden disebut menilai integritas—yang mencakup kejujuran, keselarasan antara perkataan dan tindakan, serta rekam jejak hukum dan moral—sebagai kriteria yang sangat penting.

Dalam pengantar pemaparan pada Kamis (15/10/2026), Saiful Mujani menjelaskan bahwa kajian terhadap kelompok opinion leaders dilakukan untuk memperluas pemahaman mengenai pandangan kalangan akademisi dan jurnalis terhadap kualitas kepemimpinan nasional.

Menurutnya, penilaian kelompok tersebut dapat memberikan perspektif tambahan mengenai kualitas pemimpin, di luar kecenderungan pilihan masyarakat dalam pemilu.

Penilaian terhadap Sejumlah Tokoh Nasional

Data survei juga memperlihatkan perbedaan penilaian terhadap sejumlah figur politik. Prabowo Subianto memperoleh skor 5,1, sedangkan Zulkifli Hasan dan Bahlil Lahadalia masing-masing mendapatkan nilai 4,9.

Adapun Gibran Rakabuming Raka memperoleh skor 4,4 dan Kaesang Pangarep mencatatkan nilai 4,0.

Selain penilaian secara keseluruhan, survei SMRC memuat sejumlah indikator kepemimpinan, termasuk kompetensi, empati, akseptabilitas, kemampuan memimpin, komitmen terhadap demokrasi, kesejahteraan umum, serta profesionalisme TNI dan Polri.

Dalam data yang dipaparkan, Mahfud MD memperoleh skor 7,6 untuk kompetensi dan kemampuan memimpin, 7,3 untuk empati, 7,5 untuk akseptabilitas, 7,9 untuk komitmen terhadap demokrasi, 7,5 untuk komitmen terhadap kesejahteraan umum, serta 7,8 untuk profesionalisme TNI dan Polri.

Sementara itu, Retno Marsudi memperoleh skor tertinggi pada indikator politik luar negeri bebas aktif, yakni 7,8. Dedi Mulyadi disebut memiliki persepsi yang paling dekat dengan massa pemilih di antara figur yang dinilai, sedangkan Ahok menempati posisi teratas dalam kategori kader partai.

Bukan Survei Elektabilitas Pemilih Nasional

SMRC menegaskan bahwa survei ini merupakan pemetaan persepsi kalangan opinion leaders, bukan pengukuran elektabilitas atau preferensi pemilih nasional secara langsung.

Penggunaan metode snowball sampling juga membuat hasilnya bersifat deskriptif dan tidak dapat digeneralisasi untuk mewakili seluruh populasi pemilih Indonesia.

Karena itu, posisi Mahfud MD dalam survei tersebut perlu dipahami sebagai hasil penilaian dari kelompok responden yang diteliti, bukan sebagai gambaran langsung mengenai peluang kemenangan dalam pemilihan umum.

Meski demikian, hasil survei ini memberikan gambaran mengenai aspek-aspek kepemimpinan yang dinilai penting oleh responden, terutama integritas, kompetensi, dan komitmen terhadap prinsip demokrasi. (fas/red)

Pengaturan Cookie

katarakyat.co.id menggunakan cookies untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda.