Ormas 212 Lakukan Tahziyah dan Doa Bersama untuk Korban Dugaan Pengeroyokan di Loceret, Nganjuk

Berita Hari Ini

Nganjuk, katarakyat.co.id – Teriknya cuaca di kawasan kaki Gunung Wilis, tepatnya di Desa Macanan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tidak menyurutkan langkah jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Timur Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera untuk melaksanakan kegiatan tahziyah di rumah almarhum Minal Kosirin, korban meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan yang terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, usai kegiatan pengesahan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun pada Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 02.30 WIB.

Kedatangan rombongan Ormas 212 turut didampingi oleh sedulur PSHT Kabupaten Nganjuk yang bersama-sama mengantarkan rombongan menuju rumah duka. Suasana haru menyelimuti keluarga besar almarhum. Orang tua, keluarga, dan kerabat korban tampak tidak kuasa menahan kesedihan atas peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang menjadi korban. Salah satu korban, Minal Kosirin (20), warga Dusun Congol, Desa Macanan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka berat, yakni Hendra Ibnu Ardiansyah (26), Eko Ali (24), dan Yoga Pratama (22). Keempat korban diketahui merupakan warga Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga berharap agar aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, adil, transparan, dan tegas dalam mengungkap kasus tersebut hingga tuntas. Mereka menginginkan seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu pengurus cabang, hingga saat ini aparat kepolisian telah mengamankan sekitar 18 orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Perkembangan lebih lanjut terkait proses hukum akan terus dipantau dan diinformasikan kepada masyarakat.

Ketua Umum 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Mas Dana, menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kami. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum. Kami meminta aparat mengusut tuntas peristiwa ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan demi terwujudnya kepastian hukum,” ujar Mas Dana.

Lebih lanjut, Mas Dana menegaskan bahwa organisasi pencak silat seharusnya menjadi wadah pelestarian budaya dan warisan bela diri leluhur bangsa, bukan justru menjadi pemicu konflik antarwarga.

“Sangat disayangkan apabila masih terjadi peristiwa-peristiwa yang mencoreng nama baik perguruan silat. Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Nganjuk, tetapi juga di berbagai daerah lain. Harapan kami ke depan, seluruh perguruan pencak silat, khususnya di Kabupaten Nganjuk, dapat terus berbenah dan menjadikan setiap peristiwa sebagai bahan evaluasi demi terciptanya persaudaraan yang lebih baik,” tambahnya.

Usai melaksanakan tahziyah, rombongan Ormas 212 bersama sedulur PSHT Nganjuk melanjutkan kegiatan dengan mendatangi lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di depan SDN Sukorejo, Kecamatan Loceret. Di lokasi tersebut dilakukan tabur bunga dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pertimbangan Pusat Ormas 212, Mas Bagus Romadon, menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk guna menginisiasi kegiatan sarasehan bersama seluruh perguruan silat yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi, mempererat ikatan persaudaraan antarperguruan, serta membangun komunikasi yang harmonis guna menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif.

“Melalui sarasehan bersama seluruh perguruan silat, kami berharap terjalin hubungan yang semakin erat sehingga Kabupaten Nganjuk dapat menjadi daerah yang guyub, rukun, aman, tenteram, serta masyarakatnya hidup makmur dan sejahtera,” ungkap Mas Bagus Romadon.

Selain itu, Mas Bagus Romadon juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Pak Marhen Kabupaten Nganjuk dan instansi terkait agar para korban, baik korban meninggal dunia maupun korban luka-luka, mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak.

“Kami telah menyampaikan permohonan atensi kepada pemerintah dan pihak terkait agar korban luka mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan gratis selama menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, keluarga korban meninggal dunia maupun korban luka juga perlu mendapatkan pendampingan psikologis guna memulihkan trauma serta dukungan sosial dan ekonomi agar dapat meringankan beban keluarga yang terdampak,” tegas Mas Bagus Romadon.

Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya dapat hadir memberikan pendampingan dan bantuan kepada seluruh korban beserta keluarganya sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.

Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penegakan hukum yang berkeadilan serta mendorong terciptanya persatuan dan kerukunan antar elemen masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nganjuk. (red)

Pengaturan Cookie

katarakyat.co.id menggunakan cookies untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda.