Andreansyah S.Pd.I: Keikhlasan Dalam Membantu Orang Sakit Adalah Bentuk Pengabdian Dan Ladang Pahala
Deli Serdang, katarakyat.co.id – Kepedulian terhadap sesama bukan sekadar tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan tentang seberapa tulus seseorang hadir untuk meringankan beban orang lain.
Pesan penuh makna tersebut disampaikan oleh Andreansyah, S.Pd.I., Litbang dan Kaderisasi Rekan Indonesia Deli Serdang, yang mengajak seluruh elemen relawan untuk senantiasa mengedepankan keikhlasan, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas pendampingan terhadap pasien maupun keluarga yang sedang menghadapi ujian kesehatan.
Menurutnya, keikhlasan merupakan sesuatu yang tidak membutuhkan pengakuan, tepuk tangan, ataupun pujian. Sebab, ketulusan sejati cukup dibuktikan melalui tindakan nyata dan doa tulus dari mereka yang pernah merasakan manfaat bantuan.
“Ikhlas itu sunyi. Ia tidak membutuhkan tepuk tangan atau pujian. Cukup doa yang tulus dari orang yang kita bantu sebagai saksinya,” ungkap Andreansyah.
Ia juga menegaskan bahwa ketika seorang relawan membantu meringankan beban keluarga pasien, sesungguhnya relawan tidak hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan harapan, ketenangan, serta kekuatan bagi keluarga yang sedang dilanda kecemasan.
Bagi Andreansyah, bantuan terbaik adalah bantuan yang diberikan tanpa mengharapkan imbalan maupun balasan. Terlebih ketika berhadapan dengan masyarakat yang sedang berjuang melawan penyakit dan membutuhkan pendampingan, perhatian, serta dukungan moral.
Ia mengingatkan bahwa setiap tenaga, waktu, pikiran, dan kelelahan yang dicurahkan untuk membantu pasien dan keluarganya hendaknya tidak menjadi alasan untuk berhenti berbuat baik.
“Jangan pernah menghitung lelah ketika kita membantu dan merawat orang sakit. Sebab setiap detik keikhlasan yang kita berikan merupakan ladang pahala yang nilainya tidak dapat diukur dengan materi,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tangan yang terulur, tenaga yang diberikan, waktu yang dikorbankan, serta kepedulian kepada pasien dan keluarganya merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang memiliki nilai besar, baik dalam kehidupan dunia maupun sebagai bekal di akhirat kelak.
“Tangan, tenaga, waktu, dan lelah yang kita berikan kepada pasien serta keluarganya, insyaallah akan menjadi penolong bagi kita di dunia dan di akhirat kelak. Amin,” tuturnya.
Melalui pesan tersebut, Andreansyah berharap seluruh keluarga besar Rekan Indonesia, khususnya jajaran relawan di Kabupaten Deli Serdang, terus menjaga semangat solidaritas, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan kemanusiaan sebagai landasan utama dalam setiap langkah pengabdian.
Sebab sejatinya, menjadi relawan bukan hanya tentang hadir ketika dibutuhkan, tetapi juga tentang memiliki hati untuk peduli, tangan untuk membantu, dan keikhlasan untuk terus mengabdi tanpa mengharapkan pujian. (irs/red)