Kabut Asap Menyelimuti Sumatra Utara, Rekan Indonesia Desak Pemerintah Perkuat Kesiap Siagaan Kesehatan

Sumatra Utara, katarakyat.co.id – Kondisi udara yang dipenuhi kabut asap di sejumlah wilayah Sumatra Utara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Paparan asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Menanggapi kondisi tersebut, KPW Sumatra Utara Rekan Indonesia mendesak Pemerintah Provinsi Sumatra Utara beserta pemerintah kabupaten/kota untuk segera mengambil langkah konkret, terukur, dan terkoordinasi guna mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap.

Pemerintah tidak boleh menunggu hingga kondisi semakin memburuk untuk bertindak. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini, mulai dari memastikan pemantauan kualitas udara berjalan optimal, memperkuat sistem kewaspadaan kesehatan, hingga memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit siap menghadapi kemungkinan peningkatan jumlah pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.

Selain itu, pemerintah harus menjamin ketersediaan obat-obatan, oksigen medis, tenaga kesehatan, serta kapasitas pelayanan dan sistem rujukan yang memadai. Kesiapan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat dari risiko paparan kabut asap.

Negara harus hadir melalui langkah nyata, bukan sekadar menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

“Kami meminta pemerintah bergerak cepat, bukan sekadar memberikan imbauan. Kabut asap merupakan persoalan yang menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus memastikan seluruh fasilitas kesehatan bersiaga serta masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi kualitas udara dan langkah perlindungan yang perlu dilakukan,” tegas Ketua KPW Sumatra Utara Rekan Indonesia, Ikoriansyah.

KPW Sumatra Utara Rekan Indonesia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi mengenai kualitas udara dan risiko kesehatan. Informasi tersebut harus disampaikan secara cepat, akurat, mudah dipahami, serta menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Jangan sampai masyarakat justru menjadi pihak terakhir yang mengetahui tingkat risiko kesehatan di lingkungan mereka. Pemerintah perlu memastikan adanya koordinasi lintas sektor agar pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi, pelayanan kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan berjalan secara terpadu.

Atas kondisi tersebut, KPW Sumatra Utara Rekan Indonesia mendesak pemerintah untuk segera:

  1. Memperkuat pemantauan kualitas udara dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat.
  2. Memastikan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit, termasuk ketersediaan obat-obatan, oksigen medis, tenaga kesehatan, dan layanan rujukan.
  3. Memprioritaskan perlindungan kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.
  4. Memperluas edukasi dan informasi kesehatan agar masyarakat memahami risiko paparan kabut asap serta langkah pencegahan yang tepat.

KPW Sumatra Utara Rekan Indonesia menegaskan bahwa penanganan kabut asap tidak cukup hanya berorientasi pada imbauan. Pemerintah harus memastikan sistem perlindungan kesehatan masyarakat berjalan efektif, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan apabila terjadi peningkatan kasus gangguan kesehatan.

Jangan panik, tetapi jangan pula lengah. Pemerintah harus bertindak sekarang, fasilitas kesehatan harus bersiaga, dan masyarakat harus mendapatkan perlindungan yang layak. Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, dan negara tidak boleh abai ketika keselamatan warganya terancam. (irs/red)

Pengaturan Cookie

katarakyat.co.id menggunakan cookies untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda.