Skandal Anggaran Tulungagung Rp216 Juta untuk Pakan Rusa, Warga Miskin Kesulitan Berobat

Berita Hari Ini

Tulungagung, katarakyat.co.id — GPM Swahira melontarkan kritik keras terhadap dugaan pengalokasian anggaran pakan rusa di Pendopo Kabupaten Tulungagung sebesar Rp600.000 per hari.

Jika dihitung dalam satu tahun, anggaran tersebut mencapai sekitar Rp216.000.000, angka yang dinilai mencederai rasa keadilan publik di tengah sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Di lapangan, kondisi justru berbanding terbalik:

  • Warga tidak mampu masih kesulitan mengakses layanan kesehatan
  • Pasien harus berutang bahkan menunda pengobatan di RSUD
  • Kepesertaan jaminan kesehatan belum menyentuh seluruh masyarakat miskin

GPM Swahira menilai hal ini sebagai indikasi kuat adanya ketimpangan prioritas dalam pengelolaan anggaran daerah.

GPM Swahira mendesak penjelasan terbuka:

  • Apakah anggaran pakan rusa tersebut berasal dari APBD atau dana pribadi?
  • Jika dari APBD, apa dasar urgensi dan manfaat publiknya?
  • Mengapa belanja non-prioritas tetap berjalan saat kebutuhan dasar rakyat belum terpenuhi?

“Ini bukan sekadar soal pakan rusa. Ini soal keberpihakan anggaran. Ketika rakyat harus berutang untuk berobat, maka setiap rupiah anggaran wajib berpihak kepada mereka,” tegas GPM Swahira.

Dengan total Rp216 juta per tahun seharusnya dapat membantu ribuan masyarakat miskin memperoleh jaminan kesehatan
Namun kenyataan yang ada rakyat kecil masih berjuang sendiri
Negara/daerah belum hadir secara optimal
Situasi ini memunculkan dugaan adanya pemborosan anggaran dan kegagalan kebijakan publik.

Kondisi ini dinilai bertentangan dengan:

  • UUD 1945 Pasal 34 ayat (3)Negara wajib menyediakan layanan kesehatan yang layak
  • UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Hak masyarakat atas pelayanan kesehatan
  • UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN Jaminan sosial merupakan tanggung jawab negara
  • UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS Kewajiban negara menjamin masyarakat miskin
  • Permendagri No. 77 Tahun 2020 Pengelolaan anggaran harus efisien, efektif, dan berpihak pada rakyat

Desakan Resmi GPM Swahira
GPM Swahira menyatakan:

  • Mendesak Pemkab Tulungagung membuka transparansi anggaran pakan rusa
  • Meminta dilakukan audit menyeluruh penggunaan APBD
  • Menuntut pergeseran prioritas anggaran ke sektor kesehatan masyarakat miskin

“Jika benar ratusan juta dihabiskan untuk pakan rusa di saat rakyat miskin harus berutang untuk berobat, maka ini bukan sekadar salah kebijakan—ini adalah cerminan kegagalan moral dalam mengelola uang rakyat.” (red)

Pengaturan Cookie

katarakyat.co.id menggunakan cookies untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda.