Medan, katarakyat.co.id — Ketua Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Sumatera Utara, Ikoriansyah, mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Ikoriansyah menyampaikan bahwa pascabanjir risiko gangguan kesehatan masyarakat cenderung meningkat. Beberapa penyakit yang berpotensi muncul antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, diare, demam, serta penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dengue (DBD).
“Pelayanan kesehatan pascabanjir harus menjadi prioritas utama. Masyarakat terdampak tidak boleh mengalami keterlambatan dalam mengakses layanan kesehatan, baik untuk pemeriksaan, pengobatan, maupun upaya pencegahan penyakit,” ujar Ikoriansyah, Jum’at (6/2/2026).

Ia menilai percepatan layanan kesehatan dapat dilakukan melalui penguatan fungsi puskesmas, pembukaan pos kesehatan di lokasi terdampak, serta penyediaan layanan kesehatan keliling guna menjangkau wilayah yang masih sulit diakses.
Selain itu, Ikoriansyah juga menekankan pentingnya ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan, serta pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit pascabanjir.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BPBD, dan relawan kesehatan sangat diperlukan. Relawan Kesehatan Indonesia Sumatera Utara siap bersinergi dan turun langsung membantu masyarakat,” katanya.
Rekan Indonesia Sumut berharap percepatan pelayanan kesehatan tersebut dapat memastikan terpenuhinya hak kesehatan masyarakat serta mencegah peningkatan angka kesakitan pascabencana di Sumatera Utara.