Nahkoda Baru KUA Pagu, Gus Riza Zakaria Bawa Rekam Jejak Dakwah dan Pengabdian

Berita Hari Ini

Kediri, katarakyat.co.id — Pergantian kepemimpinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menjadi perhatian tersendiri. M. Rizal Zakaria, S.HI., M.H., atau yang akrab disapa Gus Riza, resmi mendapat amanah baru sebagai Kepala KUA Pagu setelah sebelumnya bertugas di KUA Wates.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari rotasi dan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Sedikitnya 270 orang dilantik, dengan 11 di antaranya berasal dari lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kediri, pada 3 September 2026.

Gus Riza menggantikan pejabat sebelumnya yang mendapat penugasan di KUA Wates. Perpindahan ini sekaligus menandai babak baru perjalanan pengabdiannya di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Dari KUA ke KUA, Pengabdian yang Terus Bergerak

Bagi Gus Riza, amanah di KUA Pagu bukanlah awal dari perjalanan. Kariernya di Kementerian Agama Kabupaten Kediri telah melewati sejumlah penugasan.

Ia mengawali karier sebagai CPNS di KUA Kayen Kidul. Setelah menjadi PNS, ia bertugas di KUA Wates, kemudian berpindah ke KUA Mojo, kembali ke KUA Kayen Kidul, berlanjut ke KUA Semen, dan kemudian kembali mendapat amanah di KUA Wates.

Kini, Pagu menjadi tempat baru bagi Gus Riza untuk melanjutkan pengabdian.

Rentetan penugasan tersebut membuatnya cukup memahami karakter pelayanan KUA sekaligus dinamika masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kediri.

Bukan Sekadar Kepala KUA

Nama Gus Riza juga cukup dikenal di tengah masyarakat Kediri. Di luar tugas kedinasan, ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tirakat Padhang Ati di Dawuhan, Mojosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Ia juga aktif dalam Majelis Taklim NgaSho Ati, yang diikuti ribuan jamaah.

Aktivitas tersebut membuat Gus Riza memiliki dua ruang pengabdian sekaligus: birokrasi pelayanan keagamaan dan dakwah di tengah masyarakat.

Sebagai penceramah, Gus Riza dikenal memiliki gaya penyampaian yang santai, ilmiah, tetapi tetap mudah dicerna. Ia kerap menggunakan analogi sederhana untuk menjelaskan persoalan keagamaan kepada jamaah dari berbagai latar belakang.

Jangkauan dakwahnya pun tidak terbatas di Kediri maupun Jawa Timur. Ia tercatat aktif mengisi pengajian di berbagai daerah, bahkan hingga luar Pulau Jawa.

Tantangan Besar Menanti di KUA Pagu

Namun, menjadi Kepala KUA bukan sekadar persoalan pergantian jabatan.

KUA merupakan salah satu wajah terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Urusan pernikahan, bimbingan keluarga, kemasjidan, wakaf, pelayanan keagamaan hingga berbagai kebutuhan administrasi masyarakat menjadikan KUA berada di garis depan pelayanan publik.

Karena itu, kehadiran Gus Riza di KUA Pagu membawa ekspektasi baru.

Rekam jejaknya di lingkungan Kementerian Agama, ditambah kedekatannya dengan masyarakat melalui pesantren dan majelis taklim, menjadi modal sosial yang dapat digunakan untuk memperkuat pelayanan KUA.

Tantangannya adalah bagaimana modal tersebut diterjemahkan menjadi pelayanan yang cepat, transparan, ramah, profesional, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Harapan Masyarakat

KUA Pagu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengurusan administrasi keagamaan, tetapi juga semakin hadir sebagai ruang pelayanan dan pembinaan masyarakat.

Dengan pengalaman birokrasi sekaligus aktivitas dakwah yang dimilikinya, Gus Riza diharapkan mampu membawa KUA Pagu menjadi institusi yang semakin dekat dengan masyarakat.

Nahkoda baru telah datang. Kini masyarakat menunggu arah pelayarannya.

Semoga amanah baru tersebut membawa KUA Pagu semakin maju, responsif, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Kementerian Agama.

Selamat bertugas, Gus Riza Zakaria. Amanah, pelayanan, dan kedekatan dengan masyarakat menjadi tiga hal yang kini dinantikan dari KUA Pagu.

Pengaturan Cookie

katarakyat.co.id menggunakan cookies untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda.