Masyarakat Bingung Jaminan Kesehatan, Rekan Indonesia Jatim Soroti Prioritas Bupati Tulungagung Ngurus Rusa

Tulungagung, Jawa Timur — Di tengah kebingungan masyarakat terkait jaminan kesehatan gratis dan layanan kesehatan yang layak, perhatian publik justru tertuju pada langkah Bupati Tulungagung yang dinilai tidak menyentuh kebutuhan mendasar warga.
Sebagaimana diketahui, jaminan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Namun kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan secara optimal.
Ironisnya, Bupati Tulungagung justru menyampaikan rencana untuk mengambil alih pengelolaan pakan satwa di taman mini Pendopo, termasuk pembentukan tim khusus dan penyediaan dokter hewan. Bahkan disebutkan adanya anggaran pakan hingga Rp600 ribu per hari.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: bagaimana dengan nasib warga yang sakit dan membutuhkan jaminan kesehatan yang layak?
Ketua KPW Rekan Indonesia Jawa Timur, Bagus Romadon, menyayangkan sikap tersebut. Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan ketidaktepatan dalam menentukan prioritas anggaran daerah.
“Di saat masyarakat masih bingung dengan jaminan kesehatan gratis dan akses layanan yang layak, pemerintah justru fokus pada hal yang bukan menjadi kebutuhan utama. Ini sangat disayangkan,” tegas Bagus Romadon.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada penguatan layanan kesehatan, termasuk optimalisasi BPJS Kesehatan, peningkatan fasilitas puskesmas, serta transparansi penggunaan anggaran kesehatan.
Rekan Indonesia Jawa Timur mendesak Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk segera melakukan evaluasi kebijakan dan memastikan bahwa anggaran daerah benar-benar berpihak kepada kebutuhan dasar masyarakat.
“Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan,” pungkasnya.