M. Ridwan/Samirin Apresiasi UHC Nganjuk 98,01 Persen, Dorong Ambulans Jenazah Gratis bagi Warga Kurang Mampu

NGANJUK — Capaian Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan Kabupaten Nganjuk mendapat apresiasi dari M. Ridwan/Samirin, Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan KPW REKAN Indonesia Jawa Timur.
Berdasarkan data kepesertaan BPJS Kesehatan yang menjadi bahan evaluasi, cakupan kepesertaan Kabupaten Nganjuk mencapai 98,01 persen, dengan total cakupan 1.136.790 peserta. Sementara peserta aktif tercatat sebanyak 941.039 peserta atau 81,13 persen.
M. Ridwan/Samirin menilai capaian tersebut merupakan langkah positif dalam memperluas jaminan kesehatan masyarakat Nganjuk.
> “Kami mengapresiasi capaian UHC Kabupaten Nganjuk yang sudah mencapai 98,01 persen. Ini merupakan capaian yang sangat positif. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan kepesertaan masyarakat tetap aktif sehingga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, masyarakat benar-benar terlindungi,” ujar M. Ridwan/Samirin.
Menurutnya, keberhasilan UHC tidak cukup hanya diukur dari tingginya persentase cakupan kepesertaan. Pemerintah daerah juga harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat dan layak.
Sejalan dengan Komitmen Bupati Nganjuk
M. Ridwan/Samirin menyebut hal tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., yang menempatkan pelayanan kesehatan masyarakat sebagai salah satu perhatian penting pemerintah daerah.
Bupati Marhaen sebelumnya menegaskan:
> “Kalau kita sudah mampu melayani kesehatan masyarakat dengan baik, maka yang lain akan mengikuti.”
Pernyataan tersebut, menurut M. Ridwan/Samirin, harus menjadi semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Nganjuk.
Dorong Ambulans Jenazah Gratis
Selain mengapresiasi capaian UHC, M. Ridwan/Samirin juga mendorong Pemkab Nganjuk memperkuat kebijakan ambulans jenazah gratis bagi masyarakat kurang mampu, khususnya keluarga pasien yang meninggal setelah mendapatkan perawatan di RSUD Nganjuk.
Ia menilai keluarga yang sedang berduka jangan sampai kembali terbebani persoalan biaya untuk membawa jenazah pulang ke rumah.
> “Kami berharap pelayanan kepada masyarakat kurang mampu tidak berhenti ketika pasien mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Ketika ada warga kurang mampu yang meninggal, pemerintah juga harus hadir. Salah satunya dengan memastikan ambulans jenazah dapat diberikan secara gratis atau ditanggung pemerintah bagi keluarga yang benar-benar tidak mampu,” tegasnya.
Menurut M. Ridwan/Samirin, pelayanan tersebut merupakan bagian dari bentuk kehadiran pemerintah dan nilai kemanusiaan dalam pelayanan publik.
Ia juga mendorong agar ketentuan mengenai fungsi sosial rumah sakit daerah benar-benar diterapkan secara maksimal, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.
REKAN Indonesia Siap Kawal
M. Ridwan/Samirin menegaskan REKAN Indonesia Jawa Timur siap mengawal peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Nganjuk.
Menurutnya, capaian UHC 98,01 persen harus dipertahankan, sementara angka kepesertaan aktif 81,13 persen perlu terus ditingkatkan melalui pemutakhiran dan validasi data.
> “UHC bukan hanya soal angka. UHC harus benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika warga sakit, pemerintah hadir. Ketika membutuhkan pelayanan rumah sakit, masyarakat dipermudah. Bahkan ketika keluarga kurang mampu mengalami musibah kematian, pemerintah juga harus hadir membantu pemulangan jenazah,” pungkas M. Ridwan/Samirin.
REKAN Indonesia Jawa Timur berharap sinergi Pemkab Nganjuk, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, RSUD Nganjuk, pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga jaminan kesehatan benar-benar menjadi hak yang dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Nganjuk Sehat, Masyarakat Kuat, Daerah Maju.