Dijemput Rekan Indonesia, Lukman Pasien Sakit Menahun Akhirnya Dapat Penanganan di RSUD Nganjuk

Berita Hari Ini

 

NGANJUK, JAWA TIMUR — Rekan Indonesia Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Kali ini, Rekan Indonesia menindaklanjuti pengaduan masyarakat Kabupaten Nganjuk terkait seorang warga bernama Lukman yang telah mengalami sakit dalam waktu cukup lama, namun belum mendapatkan penanganan medis lanjutan sebagaimana yang diharapkan.

Pengaduan tersebut diterima Rekan Indonesia Jawa Timur pada 22 Juli 2026. Setelah menerima laporan, pengurus Rekan Indonesia Jawa Timur melakukan kunjungan langsung ke kediaman Lukman untuk melihat kondisi pasien sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan kesehatannya.

Dalam tindak lanjut berikutnya, pihak Puskesmas Prambon diketahui telah mendatangi pasien. Namun, berdasarkan pemantauan dan pendampingan Rekan Indonesia, hingga 7 September 2026, Lukman belum mendapatkan penanganan medis lanjutan yang dinilai memadai.

Kondisi tersebut kemudian mendorong Rekan Indonesia Nganjuk bersama Rekan Indonesia Jawa Timur mengambil langkah langsung untuk memastikan pasien memperoleh akses pelayanan kesehatan.

PASIEN DIJEMPUT DAN DIBAWA KE RSUD NGANJUK

Pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, pengurus Rekan Indonesia Nganjuk dan Rekan Indonesia Jawa Timur menjemput Lukman dari kediamannya untuk dibawa ke RSUD Nganjuk.

Langkah tersebut mendapat perhatian dan bantuan dari Bupati Nganjuk serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk.

Setelah tiba di RSUD Nganjuk, Lukman langsung mendapatkan pemeriksaan medis dan saat ini menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pengurus Rekan Indonesia Nganjuk dan Jawa Timur turut mendampingi pasien selama proses pemeriksaan dan penanganan awal.

Bagi Rekan Indonesia, persoalan tersebut tidak berhenti setelah pasien tiba di rumah sakit. Pendampingan akan terus dilakukan untuk memastikan Lukman memperoleh pelayanan medis sesuai kondisi dan kebutuhan medis berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

BAGUS ROMADON: JANGAN BIARKAN MASYARAKAT MENUNGGU SAAT MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN

Ketua Rekan Indonesia Jawa Timur, Bagus Romadon, meminta Pemerintah Kabupaten Nganjuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Prambon.

Menurut Bagus, kasus tersebut harus menjadi perhatian karena pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah yang secara langsung dirasakan masyarakat.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Nganjuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Puskesmas Prambon. Jangan sampai masyarakat yang sudah lama sakit harus menunggu berlarut-larut untuk mendapatkan penanganan medis,” tegas Bagus Romadon.

Bagus menekankan bahwa evaluasi tersebut bukan dimaksudkan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan memastikan sistem pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas benar-benar berjalan dan mampu merespons masyarakat yang membutuhkan.

Namun, apabila hasil evaluasi resmi menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan, Rekan Indonesia meminta Pemkab Nganjuk mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau hasil evaluasi membuktikan adanya kelalaian, kami meminta ada tindakan tegas, termasuk pencopotan Kepala Puskesmas Prambon dari jabatannya apabila memang memenuhi dasar dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

REKAN INDONESIA APRESIASI RESPONS BUPATI DAN DINAS KESEHATAN

Di tengah sorotan terhadap proses pelayanan sebelumnya, Rekan Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Nganjuk dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk yang memberikan perhatian terhadap kondisi Lukman.

Respons tersebut dinilai penting karena akhirnya pasien dapat dibawa ke RSUD Nganjuk dan memperoleh pemeriksaan serta penanganan medis.

Bagus berharap kejadian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk melakukan pembenahan pelayanan kesehatan, khususnya dalam merespons masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Kami mengapresiasi atensi Bupati Nganjuk dan Kepala Dinas Kesehatan yang membantu sehingga pasien akhirnya bisa mendapatkan penanganan di RSUD Nganjuk. Ke depan, kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Bagus.

PELAYANAN KESEHATAN HARUS HADIR UNTUK MASYARAKAT

Rekan Indonesia Jawa Timur menegaskan bahwa masyarakat yang sakit dan membutuhkan pertolongan tidak boleh menghadapi hambatan pelayanan yang berlarut-larut.

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama diharapkan mampu melakukan deteksi kondisi pasien, memberikan penanganan sesuai kewenangan, serta melakukan rujukan apabila kondisi pasien membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

Kasus Lukman menjadi pengingat bahwa koordinasi antara Puskesmas, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, rumah sakit, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan pasien tidak terlambat memperoleh pertolongan.

Rekan Indonesia menyatakan akan terus mengawal kondisi Lukman sampai proses pemeriksaan dan penanganannya mendapatkan kejelasan dari pihak medis.

“Rekan Indonesia hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kami tidak ingin ada lagi masyarakat sakit yang harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan. Pelayanan kesehatan harus benar-benar hadir untuk rakyat,” pungkas Bagus Romadon.

REKAN INDONESIA UNTUK RAKYAT
Relawan Kesehatan Indonesia Jawa Timur

Pengaturan Cookie

katarakyat.co.id menggunakan cookies untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda.