Di Balik Pengabdian Nakes, Ketua KPW Rekan Indonesia Sumut, Ikoriansyah Soroti Persoalan Penghasilan dan Kesejahteraan Yang Terabaikan

Berita Hari Ini

Medan, katarakyat.co.id — Tenaga kesehatan (nakes) dituntut untuk selalu profesional, sigap dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun di balik tuntutan tersebut, masih ada persoalan kesejahteraan yang menurut Ketua KPW Rekan Sumatera Utara Ikoriansyah perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Ikoriansyah menilai, pembicaraan mengenai peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berhenti pada fasilitas kesehatan, teknologi, maupun program pelayanan. Kesejahteraan orang-orang yang menjalankan pelayanan tersebut juga harus menjadi perhatian utama.

“Kita selalu berbicara tentang bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Tetapi jangan lupa, di balik pelayanan itu ada tenaga kesehatan yang bekerja setiap hari. Mereka punya beban, tanggung jawab, risiko, dan kebutuhan hidup. Jangan hanya menuntut pengabdian, tetapi kesejahteraannya tidak diperhatikan,” tegas Ikoriansyah.

Ia menyoroti kondisi tenaga kesehatan yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih, khususnya terkait penghasilan yang dalam sejumlah kondisi dinilai belum sebanding dengan pendidikan, kompetensi, tanggung jawab, beban kerja dan risiko profesi yang diemban.

Menurut Ikoriansyah, persoalan tersebut tidak seharusnya dilihat sebagai upaya mempertentangkan penghasilan antara satu profesi dengan profesi lainnya.

“Ini bukan soal iri atau membandingkan profesi. Ini soal penghargaan yang layak. Ketika seseorang memiliki pendidikan, kompetensi dan tanggung jawab profesional yang besar, maka aspek kesejahteraannya juga harus dipikirkan secara serius,” ujarnya.

Beban Besar, Jangan Dibayar dengan Sekadar Apresiasi

Ikoriansyah mengatakan, apresiasi terhadap tenaga kesehatan tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk ucapan terima kasih.

Menurutnya, penghargaan yang lebih konkret diperlukan melalui kebijakan yang menyentuh kehidupan nakes secara langsung, mulai dari penghasilan yang layak, kepastian status kerja, perlindungan dalam menjalankan profesi, keselamatan kerja, hingga kesempatan pengembangan kompetensi dan karier.

“Jangan sampai nakes dipuji ketika berada di garis depan, tetapi ketika berbicara tentang kesejahteraan justru menjadi persoalan yang kesekian. Kalau kita menginginkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, maka kesejahteraan tenaga kesehatan juga harus menjadi bagian dari prioritas,” kata Ikoriansyah.

Ia mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi kesejahteraan tenaga kesehatan, dengan mempertimbangkan pendidikan, kompetensi, masa kerja, beban tugas, risiko pekerjaan serta kondisi wilayah tempat mereka bertugas.

“Nakes Juga Punya Keluarga dan Masa Depan”

Lebih lanjut, Ikoiriansyah mengingatkan bahwa tenaga kesehatan bukan hanya bagian dari sistem pelayanan publik, tetapi juga manusia yang memiliki keluarga, kebutuhan ekonomi dan masa depan yang harus dipikirkan.

“Nakes juga punya keluarga. Mereka juga punya kebutuhan hidup dan masa depan. Jangan melihat mereka hanya sebagai tenaga yang harus selalu siap melayani masyarakat. Kita juga harus bertanya, apakah kehidupan mereka sudah cukup layak? Apakah penghasilan mereka sudah sebanding dengan tanggung jawabnya?” ucapnya.

KPW Rekan Sumatera Utara, kata Ikoriansyah, mendukung berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Namun, penguatan tersebut menurutnya harus berjalan bersama dengan peningkatan perhatian terhadap sumber daya manusia kesehatan.

Ia berharap suara dan aspirasi tenaga kesehatan dapat menjadi bagian dari pembahasan kebijakan kesehatan, termasuk dalam penyusunan kebijakan penghasilan dan perlindungan tenaga kesehatan.

“Jangan tunggu nakes bersuara keras baru kita dengarkan. Pemerintah harus hadir sebelum persoalan kesejahteraan menjadi masalah yang lebih besar. Kita ingin nakes bekerja dengan tenang, profesional dan bermartabat karena mereka tahu negara dan pemerintah memperhatikan masa depan mereka,” tegas Ikoriansyah.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa memperjuangkan kesejahteraan tenaga kesehatan pada dasarnya merupakan bagian dari memperjuangkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kalau kita ingin kesehatan masyarakat semakin baik, maka jangan lupakan kesejahteraan mereka yang setiap hari menjaga kesehatan masyarakat. Nakes jangan hanya menjadi garda terdepan ketika melayani, tetapi juga harus menjadi prioritas ketika pemerintah membicarakan kesejahteraan,” pungkas Ikoriansyah.

Pengaturan Cookie

katarakyat.co.id menggunakan cookies untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan Anda.