Perangkat Desa Dapatkan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Guna Menekan Angka Fatalitas Korban Laka

Kediri, katarakyat.co.id – Jasa Raharja Kediri bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri dan RS Muhammadiyah Siti Khodijah menggelar kegiatan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) on the spot bagi perangkat desa se Kecamatan Pare bertempat di Kantor Kecamatan Pare sebagai bentuk tindak lanjut pertemuan Forum Keselamatan Lalu Lintas (FKLL) sebelumnya, Rabu, (22/4).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya perangkat desa, dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas).
Dalam kesempatan itu, Kepala Cabang Jasa Raharja Kediri Nur Asnawi Azis menekankan pentingnya pengetahuan PPGD bagi masyarakat, terutama dalam menangani korban kecelakaan.
“Pertolongan pertama pada korban kecelakaan sangat penting untuk diketahui. Penanganan awal yang tepat dapat mencegah kondisi korban semakin buruk. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat menemui korban laka lantas, ” ujarnya.
Sosialisasi ini tidak hanya memberikan teori tetapi juga praktik langsung tentang cara memberikan pertolongan pertama, termasuk hal-hal yang harus dihindari agar tidak memperparah kondisi korban. Peserta diajarkan bagaimana menangani korban dengan benar, mulai dari memeriksa kesadaran, pernapasan, hingga melakukan tindakan stabilisasi sebelum bantuan medis datang.
Sementara itu, Kanit Kamsel Polres Kediri Ipda Gigih Prajongko menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, dalam menghadapi situasi gawat darurat.
“Seringkali, masyarakatlah yang pertama kali menemui korban kecelakaan sebelum petugas medis atau polisi tiba di lokasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat, ” jelas Gigih.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain, ” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori tetapi juga dilengkapi dengan simulasi praktik langsung. Peserta diajarkan cara melakukan pemeriksaan dasar, memberikan bantuan pernapasan, serta menangani luka dan patah tulang. Simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama saat dibutuhkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan kemampuan memberikan pertolongan pertama.
“Kami berharap perangkat desa dan masyarakat umum dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan, sehingga angka fatalitas dapat ditekan, ” tutup Azis.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dan diikuti dengan antusias oleh peserta. Dengan adanya pelatihan PPGD ini, diharapkan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Pare semakin peduli terhadap keselamatan dan kesehatan sesama pengguna jalan. (red)