UHC Kabupaten Kediri Tercapai, REKAN Indonesia Soroti Pentingnya Puskesmas Rawat Inap 24 Jam

Kediri, katarakyat.co.id — Kabupaten Kediri mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan tahun 2026, sebuah indikator penting dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Namun di balik capaian tersebut, muncul dorongan agar pemerataan layanan kesehatan tidak berhenti pada angka kepesertaan semata.
REKAN Indonesia Kabupaten Kediri menilai keberhasilan UHC harus diikuti penguatan layanan kesehatan primer, terutama di wilayah pinggiran yang berjarak cukup jauh dari rumah sakit pemerintah.
Ketua REKAN Indonesia Kabupaten Kediri, Hari Kuswoyo, mengatakan bahwa tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah itu telah mencapai 96,1 persen, dengan peserta aktif BPJS Kesehatan sebesar 84,3 persen.
“Secara indikator nasional, Kabupaten Kediri sudah memenuhi standar UHC. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan kesehatan benar-benar dekat dengan masyarakat,” kata Hari Kuswoyo dalam keterangannya.
Antara Capaian Statistik dan Akses Layanan
Program UHC selama ini menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan warga. Namun, menurut REKAN Indonesia, keberhasilan administratif tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan akses pelayanan di lapangan.
Di sejumlah wilayah pinggiran Kabupaten Kediri, masyarakat masih menghadapi jarak tempuh panjang menuju RSUD milik pemerintah daerah.
Kondisi tersebut mendorong organisasi relawan kesehatan itu mengusulkan optimalisasi Puskesmas Rawat Inap 24 Jam sebagai strategi pemerataan pelayanan kesehatan.
“Puskesmas harus menjadi pusat pelayanan pertama yang mampu menangani kondisi darurat dasar tanpa menunggu rujukan rumah sakit,” ujar Hari Kuswoyo.
Puskesmas sebagai Kunci Sistem Kesehatan
Dalam konsep sistem kesehatan modern, fasilitas kesehatan tingkat pertama berfungsi sebagai penjaga utama layanan kesehatan masyarakat. Penguatan Puskesmas dinilai mampu:
– mempercepat penanganan pasien gawat darurat,
– menekan kepadatan layanan rumah sakit,
– serta menurunkan biaya kesehatan masyarakat.
REKAN Indonesia mendorong pemerintah daerah meningkatkan layanan IGD Puskesmas 24 jam, ketersediaan tenaga medis jaga, serta fasilitas rawat inap standar nasional di kecamatan yang jauh dari rumah sakit.
Ambisi Rumah Sakit Rujukan Provinsi
Selain Puskesmas, organisasi tersebut juga menyoroti potensi RSUD Kabupaten Kediri dan RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) untuk dikembangkan menjadi rumah sakit rujukan tingkat Provinsi Jawa Timur.
Penguatan layanan spesialistik dan modernisasi alat kesehatan dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke kota besar lain di Jawa Timur.
—
Mobil Siaga Desa dan Model Pelayanan Berbasis Wilayah
REKAN Indonesia juga menilai program Mobil Siaga Desa sebagai inovasi pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang cukup efektif. Layanan antar jemput pasien gratis itu disebut mampu mempercepat rujukan pasien hingga 30–40 persen sekaligus mengurangi beban biaya berobat masyarakat.
Model pelayanan kesehatan berbasis wilayah seperti ini, menurut mereka, menjadi pelengkap penting dalam menjaga keberlanjutan UHC.
Menuju Tahap Kedua Reformasi Kesehatan Daerah
Bagi REKAN Indonesia Kabupaten Kediri, capaian UHC 2026 bukanlah titik akhir, melainkan awal fase baru reformasi pelayanan kesehatan daerah.
“Setelah perlindungan kesehatan tercapai, fokus berikutnya adalah kualitas, kecepatan, dan pemerataan layanan,” kata Hari Kuswoyo.
Jika penguatan Puskesmas, RSUD, dan layanan desa berjalan simultan, Kabupaten Kediri dinilai berpeluang menjadi contoh pengembangan sistem kesehatan daerah di tingkat nasional. ( Tim Redaksi)
