Sumatera Utara, katarakyat.co.id — Sebanyak sekitar 159 siswa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut memicu keprihatinan berbagai pihak.
Ketua Wilayah Rekan Indonesia Sumatera Utara, Ikoriansyah, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kasus di Dairi ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG,” ujar Ikoriansyah dalam keterangannya.
Ia menilai insiden tersebut menunjukkan adanya dugaan persoalan dalam rantai pelaksanaan program, mulai dari pengadaan bahan hingga penyajian makanan kepada siswa.
Rekan Indonesia Sumut mendesak Dinas Kesehatan, BPOM, serta pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap beberapa aspek, antara lain kualitas dan sumber bahan baku, proses pengolahan serta penyimpanan makanan, standar kebersihan dapur dan peralatan, prosedur distribusi dan penyajian di sekolah.
Menurut Ikoriansyah, program MBG pada dasarnya bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak sekolah. Namun, ia menekankan bahwa pengawasan ketat terhadap keamanan pangan menjadi kunci utama agar tujuan tersebut tercapai.
“Program ini memiliki tujuan yang baik. Namun, tanpa pengawasan yang serius dan sistematis, risiko terhadap keselamatan siswa akan semakin besar,” katanya.
Rekan Indonesia Sumut juga meminta agar hasil audit dilakukan secara transparan dan disampaikan kepada publik. Evaluasi menyeluruh dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
Ikoriansyah berharap pemerintah tidak hanya mengambil langkah reaktif setelah insiden terjadi, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan secara berkelanjutan agar program MBG benar-benar aman dan layak konsumsi bagi siswa. (red)